JAYAPURA - Kabar hoaks terkait tsunami membuat warga Kota Jayapura, Papua was-was. Hal ini menyusul tersebarnya postingan air laut di perairan Jayapura dan sekitarnya surut.
Bahkan dalam video disebutkan surut yang tidak seperti biasanya. Kekhawatiran warga bertambah saat video pasien RSUD Dok II Jayapura diungsikan keluar ruangan setelah gempa susulan terus terjadi.
Kekhawatiran warga terjadi sejak Gempa 4,9 Magnitudo Selasa (3/1/2023) dini hari kemarin hingga saat ini gempa susulan terus terjadi.
Atas hal ini, BMKG Wilayah V Jayapura sebagai pihak yang paling kompeten dalam pemantauan dan siar informasi cuaca dan kegempaan tegas menyebutkan isu tsunami yang beredar adalah hoaks.
"Sejauh ini pengamatan BMKG, gempa terbesar adalah gempa utama 4,9 Magnitudo kemarin. Sementara susulannya di bawahnya. Sementara untuk syarat tsunami biasanya adalah 6,5 magnitudo dan syaratnya ada di Laut," kata pihak BMKG mewakili Kepala BMKG Wilayah V Jayapura Yustus Rumakiek, Rabu (4/1/2023) malam.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tenang dan selalu waspada.
"Tetap harus waspada karena masih terjadi gempa-gempa susulan. Kami tetap monitor dan kami selalu Sebar informasi update kepada masyarakat melalui media sosial," ucapnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)