TEL AVIV – Momen langka sekaligus canggung terlihat ketika salah satu politisi paling kontroversial Israel Itamar Ben Gvir yang kemudian diangkat sebagai Menteri Keamanan Nasional Israel dan Duta Besar (Dubes) Uni Emirat Arab (UEA) untuk Israel Mohamed Al Khaja saling bersalaman erat dalam sambutan hangat di Tel Aviv pada awal Desember 2022 lalu.
“Birds of a feather flock together,” tulis seorang kolumnis di surat kabar sayap kiri Israel Haaretz. Ini adalah semacam ungkapan untuk menunjukkan sekelompok orang yang memiliki kesamaan kepribadian, minat, karakter, dan lainnya.
Kolumnis itu menuliskan jika Perjanjian Abraham atau Abraham Accords, yang membuat Israel mendapatkan pengakuan dari empat negara Arab termasuk UEA pada 2020, tidak banyak membantu memoderasi posisi Israel di Palestina. Dia mengatakan Ben Gvir dinilai sebagai ‘seorang superstar’ di UEA.
Seperti diketahui, Benjamin Netanyahu resmi dilantik sebagai Perdana Menteri (PM) ke-6 kalinya pada Kamis (29/12/2022). Ini disebut-sebut senagai pemerintahan paling kanan dalam sejarah Israel. Netanyahu pun kemudian menunjuk Ben Gvir, seorang ekstremis yang dihukum karena mendukung terorisme dan menghasut rasisme anti-Arab, menjadi menteri keamanan nasional. Bezalel Smotrich, yang mendukung penghapusan Otoritas Palestina dan mencaplok Tepi Barat, menjadi menteri keuangan.
BACA JUGA: Kedubes UEA Rayakan Hari Persatuan Uni Emirat Arab, Kenang Jasa Para Pendiri Negara
Kedua politisi diundang ke perayaan hari nasional pada Desember tahun lalu yang diselenggarakan oleh UEA dan Bahrain, yang termasuk di antara negara-negara yang menormalisasi hubungan dengan Israel, bersama dengan Maroko dan Sudan pada 2020.