Di dalam buku tersebut mencatat keberhasilan menekan laju penyebaran Covid-19 dan menjaga stabilitas perekonomian. Mengingat, peran strategis Ditjen Bina Adwil dalam penerbitan kebijakan PPKM sebagai pembina penyelenggaraan layanan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas).
Dirjen Bina Adwil, lanjut Safrizal, dari aspek kewilayahan turut menyoroti sosialisasi terkait data wilayah administrasi pemerintahan untuk menguatkan sistem data pokok yang berbasis digital agar menjadi satu aplikasi yang dapat digunakan dan dimanfaatkan secara umum oleh masyarakat, atau pemangku kepentingan.
Menurutnya, Ditjen Bina Adwil telah menyelesaikan 97% segmen batas dan pulau di seluruh Indonesia pada 2022. Namun, hal tersebut belum tersosialisasikan dengan kuat sebagai pencapaian prestasi. Sebab itu, ia meminta seluruh jajarannya untuk mengoptimalisasikan publikasi pelaksanaan kegiatan Ditjen Bina Adwil.
"Publikasikan substansinya, karena kumpulan publikasi membentuk persepsi publik yang memberikan kontribusi terhadap citra Kemendagri," ujarnya.
Safrizal menambahkan, kolaborasi harus dilakukan tidak hanya secara internal di lingkup Kemendagri. Namun juga lintas kementerian/lembaga yang bersinggungan dengan lingkup pekerjaan Ditjen Bina Adwil.
Di sisi lain, pihaknya mengapresiasi kinerja jajarannya yang menurut Evaluasi Kinerja Anggaran (EKA) dari Kementerian Keuangan per 27 Desember 2022, rata-rata kinerjanya mencapai 94,6. Bahkan, meraih peringkat pertama dalam kerangka efisiensi kinerja anggaran.
“Saya ingin mengapresiasi kinerja seluruh jajaran Ditjen Bina Adwil yang realisasi anggarannya hingga hari ini mencapai 97,88%. Secara EKA, Adwil kinerjanya nomor satu dari seluruh komponen di Kemendagri, berarti kita dinilai efisien. Paparkan juga karena kinerja tidak hanya soal realisasi anggaran,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )