5 Fakta Pembakaran Alquran di Swedia, Dunia Mengecam!

Tim Okezone, Jurnalis
Selasa 24 Januari 2023 06:22 WIB
Rasmus Paludan. (Foto: AFP)
Share :

JAKARTA - Dunia ramai mengecam tindakan penistaan agama politikus Partai Sayap Kanan ekstremis Denmark, Rasmus Paludan yang membakar Alquran di Stockholm, Swedia pada Sabtu (21/1/2023). Tindakan Paludan disebut telah menodai toleransi beragama.

Berikut sejumlah fakta kasus pembakaran Alquran di Swedia:

1. Tindakan Radikalisme Berkedok Kebebasan Berekspresi

Pimpinan Pusat Syarikat Islam (PP SI) mengecam aksi tersebut dan dinilai sebagai bentuk Islamphobia serta tindakan terorisme, radikalisme dengan berlindung atas nama kebebasan berekspresi adalah tindakan tidak bertanggung jawab yang dapat memicu reaksi yang lebih besar dari kelompok lainnya.

"Aksi politisi Swedia Rasmus Paludani adalah contoh Islamphobia akut dimana sebuah negara seperti Swedia yang mengklaim diri sebagai pengusung demokrasi dan HAM membiarkan dan memfasilitasi warganya membakar kitab suci agama lain dan ini bukan kejadian pertama kali tapi berulang kali yang direstui pemerintah Swedia," ujar Sekjen Pimpinan Pusat Syarikat Islam (PP SI) Ferry Juliantono, di Jakarta, Minggu (22/1/2023).

Dikatakan Ferry, tindakan Rasmus Paludani jika terus dibiarkan, maka seolah-olah Islam bisa jadi dianggap sebagai faktor penghambat kebebasan tanpa batas yang menjadi anak kandung kebebasan yang ada dalam demokrasi liberal didunia.

"Kami menyerukan kepada dunia bahwa ini adalah perjuangan bersama masyarakat Internasional khususnya umat Islam bahwa tindakan pembakaran Alquran di Swedia adalah kampanye Islamphobia,"ujarnya.

2. Islamophobia yang Dipelihara

Pemerintah Iran mengecam keras tindakan pembakaran Alquran Rasmus Paludan. Hal ini dapat memicu kebencian dan kekerasan terhadap umat Islam.

Dilansir Antara, Senin (23/1/2023), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani mengatakan, beberapa negara Eropa dengan kedok mendukung kebebasan berpendapat telah membiarkan para ekstremis dan kelompok radikal menyebarkan kebencian terhadap kesucian dan nilai-nilai Islam.

Rasmus Paludan, pemimpin Partai Stram Kurs (Garis Keras), di bawah perlindungan polisi dan atas izin pemerintah, membakar mushaf Alquran di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm, Sabtu (21/1).

Kanaani mengatakan meskipun ada penekanan kuat pada hak asasi manusia dalam Islam, orang-orang Eropa terus “melembagakan anti-Islam dan Islamofobia” dalam masyarakat mereka.

Dia menambahkan, pembakaran  Alquran adalah merupakan contoh nyata penyebaran kebencian dan pemicu kekerasan terhadap Muslim, yang tidak ada hubungannya dengan kebebasan berbicara dan berpikir.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya