JAKARTA - Jenazah NA (2) yang tewas karena dianiaya oleh ibunya, NK (20), setelah diautopsi kini telah dikebumikan di Taman Pemakaman Umum Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. Diketahui, NA wafat lantaran diduga dianiaya oleh NK yang kesal mendengar tangisan anak perempuan semata wayangnya tersebut.
Selepas melangsungkan pemakaman NA, kakak Ipar NK sekaligus paman korban, Siswandi (34), mengaku menyesalkan kejadian yang menimpa keponakannya tersebut. Siswandi menjelaskan, pihak keluarga meminta proses hukum tetap berlanjut.
BACA JUGA:BMKG Imbau Warga Waspadai Hujan Sedang hingga Lebat dan Gelombang Tinggi di DIY
"Lanjut saja proses hukumnya, harus dilanjutkan. Karena ini sudah tindakan kriminal," ujar Siswandi kepada wartawan, Kamis (26/1/2023).
Siswandi menuturkan, ayah korban saat ini sedang bertugas di Kalimantan karena bekerja kelasi kapal laut. Ia pun mengatakan, ayah NA sampai saat ini sulit dihubungi lantaran tidak ada jawaban.
BACA JUGA:Kematian Covid China Melonjak ke Pedesaan, Peti Mati Terjual Habis
"Saya sudah coba hubungi ayah korban, bahkan lewat facebook juga, tetapi belum ada jawaban," katanya.
Siswandi menuturkan, ia dan istrinya mengalami duka yang mendalam karena korban pernah tinggal bersamanya di rumah kontrakannya di Jatinegara.
"Saya dan istri saya sudah mengurus korban sejak baru lahir. Saya sayang dengan korban, makanya sedih sekali melihat kondisi seperti ini," tutur Siswandi.