Seperti diketahui, tidak biasa bagi AS untuk melakukan operasi melawan ISIS di Somalia, di mana operasi militer biasanya berfokus pada pejuang al-Shabaab, kelompok teror yang dominan di Somalia. Serangan itu terjadi setelah pasukan AS membunuh dua pemimpin ISIS dalam serangan udara di Suriah menjelang akhir tahun lalu.
Operasi tersebut merupakan kelanjutan dari strategi pemerintahan Biden untuk melawan ancaman teroris melalui operasi “over-the-horizon” seperti ini, perubahan strategi yang diperjelas presiden setelah penarikan AS dari Afghanistan.
Operasi tersebut diumumkan oleh Komando Afrika AS (AFRICOM) pada Kamis (26/1/2023), yang hanya mengatakan bahwa militer AS melakukan operasi kontraterorisme yang berhasil di Somalia dan bahwa tidak ada warga sipil yang terluka atau terbunuh.
(Susi Susanti)