Polisi Irak berhasil membebaskan para korban. Reuters menyebut, kelompok penculik sengaja membuat pos pemeriksaan palsu dan menghentikan dua bus yang mengangkut mahasiswa di desa al-Jirin.
Hanya satu bus yang berhasil dikuasai penculik, sementara bus lainnya berhasil melarikan diri. Meskipun tidak ada yang mengaku untuk bertanggung jawab, namun kepolisian Irak yakin bahwa kelompok Al Qaeda adalah otak di balik kasus ini.
3. Meksiko
Pada 2014, sebuah penculikan massal terjadi di Meksiko. Peristiwa yang terjadi pada 23 September itu menimpa 43 mahasiswa di kota Ayotzinapa.
Seluruh korban berjenis kelamin pria dan sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi pelatihan guru.
Diketahui, perguruan tinggi ini memiliki sejarah aktivisme sayap kiri dan mahasiswanya aktif mengikuti aksi protes.
Ketika penculikan terjadi, para korban tengah melakukan perjalanan ke wilayah sekitar Iguala untuk melakukan protes atas proses rekrutmen guru yang dipandang diskriminatif. Mereka juga berniat untuk menggalang dana guna membiayai perjalanan mereka ke Mexico City.
Kemudian mereka akan ikut serta dalam peringatan pembantaian Tlatelolco tahun 1968. Dalam peristiwa itu, sebagian besar pelajar dibunuh oleh pasukan keamanan yang ada. (diolah dari berbagai sumber/Litbang MPI/Ajeng Wirachmi)
(Erha Aprili Ramadhoni)