Pleidoi Arif Rachman: Saya Tahu Ibu Berupaya Tegar saat Menonton Televisi atau Membaca Berita

Ari Sandita Murti, Jurnalis
Jum'at 03 Februari 2023 11:05 WIB
Share :

JAKARTA - Terdakwa dugaan kasus Obstruction of Justice kematian Brigadir J, Arif Rachman Arifin mengaku heran dengan banyaknya fitnah yang melanda dirinya, padahal ia hanya terjebak di situasi dan waktu yang salah.

Hal tersebut ia utarakan saat membacakan pleidoinya di persidangan pada Jumat (3/2/2023) ini.

"Saya tak habis berpikir kenapa saya menuai fitnah ketika saya dengan itikad baik bekerja, saya hilang nalar mengapa saya menuai kebencian ketika saya selalu mengisi pikiran dengan hal baik," ujar Arif di persidangan sambil terisak, Jumat (3/2/2023).

Hal itu disampaikan Arif saat dia membacakan pleidoinya, yang mana Arif mengawalinya dengan membaca doa dan mengungkapkan isi harinya atas kasus yang dihadapinya itu, khususnya pada ayah, ibu, dan istrinya. Untuk ayahnya, dia mengaku tahu bagaimana ayahandanya berharap padanya dan takdir harus seperti ini, dia harap ayahandanya bisa ikhlas dan Allah SWT segera memulihkan rasa kecewa di hati ayahanda.

"Kendati demikian, saya masih berusaha tuk menjadi anak dan mantu yang bisa dibanggakan, saya berjanji di masa akan datang saya akan lebih berupaya lagi," tuturnya.

"Untuk ibunda orangtua dan mertua saya, wanita-wanita paling saya cintai, tempat surga saya terletak pelindung hati saya. Ikatan saya terhadap cinta kasih ibunda berdua merupakan kekuatan bagi saya tuk bisa berdiri tegak memasuki ruang sidang dan duduk di kursi," imbuh Arif.

Menurutnya, dia tak pernah sekalipun terbersit dalam pikirannya, ini akan terjadi dalam hidupnya, setiap tetes air mata ibundanya merupakan dukungan buatnya walaupun menghancurkan hatinya juga di sisi lain. Kekuatan untuknya bertahan dan tabah serta mengarahkan hatinya setiap saat dia hanya bisa berdoa pada Allah, semoga Allah bisa menjaga ibunda berdua dan memberikan kedamaian di hati.

"Saya tahu ibunda berupaya tegar setiap menonton di televisi, membaca berita, ataupun mendengar omongan. Tapi saya yakin ibunda berdua tetap selalu mendukung saya dan saya juga berserah diri pada Allah karena saya yakin Allah tak pernah salah menilai hambanya," paparnya.

Ari menerangkan, sejatinya dia hanya bekerja karena baginya bekerja adalah menjalankan ibadah, sebagai manusia juga dia kadang menyadari, dia lemah dan putus asa.

"Saya tak habis berpikir kenapa saya menuai fitnah ketika saya dengan itikad baik bekerja, saya hilang nalar mengapa saya menuai kebencian ketika saya selalu mengisi pikiran dengan hal baik. Saya butuh akal mengapa saya menuai keji ketika saya mencintai institusi ini dengan setiap tarikan nafas saya, tapi dalam setiap sujud saya selalu mengingat cinta kasih ibunda yang tanpa syarat pada saya," kata Arif.

Arif menambahkan, dia menjadi tabah, ikhlas menerima takdir Allah dengan iman yang dia percaya, ini adalah jalan Allah. Lantas kepada istrinya tersayang dan keluarga. Istrinya merupakan cinta sejati, teman hidupnya, penolong, penjaga kehormatan keluarganya, dengan kerendahan hati dia juga memohon maaf pada istrinya, keluarga saya, anak-istri, anak-keluarga besar saya.

"Saya selalu mendoakan semuanya, terutama istri saya bisa menjadi wanita terkuat dan tetap memiliki kepercayaan meskipun perjalanan rumah tangga kita tak mudah, tapi kita selalu dan pasti bisa melewati masa sulit ini bersama, kita sudah teruji dalam melewati masa terberat, kita berangkulan dan sehati menghadapinya bersama dalam kondisi apapun," paparnya.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya