"Yang saya permasalahkan, ini warga mendirikan akses jalan selama bertahun-tahun kok nggak izin sama pemilik tanah?. Kalau saya itu berdasarkan sertifikat. Kalau ada yang klaim itu adalah bagian jalan lingkungan, ya buktikan kepemilikannya. Laporkan, ada proses hukum," ucapnya.
Dia juga membantah kesaksian warga yang mengatakan ada pelibatan sejumlah preman saat pembangunan tembok beton di lokasi. Menurut dia, pria-pria berwajah gelap itu sengaja dibawa untuk menjaganya di lapangan dari hal-hal di luar kendali.
"Nggak ada preman-preman di sini. Jadi gini, sempat memang dari kita itu ada orang sana (etnis tertentu) datang, karena apa? dia takut saya itu diapa-apain, mengamankan dan menjaga saya aja,"tutupnya.
(Fahmi Firdaus )