Terkait alasan tempat, Alissa menilai Pondok Pesantren Tebuireng adalah pilihan yang tepat. Di pesantren inilah, pendiri NU Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asy'ari dimakamkan persama para kiai sepuh lainnya. Tanpa mengurangi rasa takzim pada para pendiri NU di daerah lain, Tebuireng adalah simbol tentang semangat kembali ke akar.
"Tebuireng adalah sentrumnya NU. Inilah tempat yang paling tepat," ujarnya.
Kegiatan dimulai dengan pembacaan tahlil dan istighotsah di area makam keluarga Tebuireng, tempat KH Muhammad Hasyim Asy'ari, KH Abdul Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid dikebumikan. Pembacaan dipimpin oleh KH Masduki Abdurrohman Al Hafiz dan KH Muhammad Idris Hamid.
Menurut Alissa, ada sekitar 400 peserta, termasuk para kiai sepuh, yang merupakan jajaran mustasyar dan syuriyah PBNU dan PWNU se-Pulau Jawa.