Mahfud MD Sebut Nyerang KKB Gampang, Tapi Keselamatan Pilot Susi Air Paling Utama

Riana Rizkia, Jurnalis
Senin 20 Februari 2023 15:49 WIB
Share :

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, baik Panglima TNI maupun Kapolri bisa saja dengan mudah menyerang kelompok kriminal bersenjata (KKB), dan melumpuhkan mereka dalam waktu dua jam.

Hal tersebut diungkap Mahfud untuk merespons penyanderaan pilot Susi Air, Philipt Mehrtens oleh kelompok tersebut. Mahfud mengatakan, jika pemerintah harus mengedepankan cara persuasif untuk menyelamatkan sang pilot. Terlebih, pihak KKB sudah mengeluarkan ancaman akan membunuh tawanannya jika ada yang berani mendekat.

"Tapi memang kalau urusan Papua yang menyangkut politik, menyangkut KKB itu tidak mudah. Misalnya, mulai dari Susi Air dulu. Susi Air ini disandera, sekarang ya. Yang disandera orang asing. Kita tahu tempatnya di mana, sudah tahu titik koordinatnya di mana, sudah kita siap," kata Mahfud MD saat diwawancarai Andy F Noya dalam acara bertajuk Kick Andy-Mahfud Cari Panggung? yang diunggah di kanal Youtube Metro TV, dikutip Senin (20/2/2023).

Meskipun sudah mengetahui lokasi penyanderaan, namun Mahfud menegaskan bahwa semua pihak harus tetap berhati-hati agar keselamatan pilot terjaga. Sebab, jika Philipt Mehrtens terbunuh KKB, maka kasusnya akan menjadi kasus internasional.

"Tapi di situ ada orang asing. Kalau anda mendekat saya bunuh ini, jadi kasus internasional. Oleh sebab itu kita katakan. Ya kita akan persuasif. Karena ini menyangkut nyawa orang asing di sini," katanya.

"Coba kalau anda jadi Panglima atau Kapolri begitu mau menyerang begitu, itu gampang. Serbu, begitu, tidak sampai 2 jam habis. Orang sudah ada di situ kok, dengan berbagai alat yang kita miliki. Tapi kan tidak bisa mengorbankan, mengabaikan nyawa orang asing yang ada di situ," sambungnya.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya