Nuryakin menambahkan, menurut sensus penduduk 2000 warga Bakumpai di Kalimantan Tengah berjumalah 135.297 jiwa, belum termasuk di Kalimantan Selatan berjumlah 20.609 jiwa, Kalimantan Timur 1.000 jiwa, selain itu warga Bakumpai yang juga ada di provinsi lain.
“Itu sensus 12 tahun lalu, tentu saat ini angka itu terus bertambah seiring berjalannya waktu, ini merupakan potensi besar bagi warga Bakumpai, untuk ikut andil dalam membangun. Peningkatan SDM harus menjadi priorotas untuk menjawab tantangan era saat ini, khususnya transformasi digital, warga Bakumpai harus ada yang berperan di semua sektor, dan harus mampu menjadi agen perubahan sekurangnya di lingkungannya masing-masing,” katanya.
Ia juga menekankan kepada generasi milenial Bakumpai, jangan lengah dan tergerus dan terdegradasi, sehingga tercabut dari akar dan jati diri warga Bakumpai itu sendiri.
“Pertahaankan jati diri, generasi muda adalah tumpuan kita bersama untuk melestarikan adat istiadat dan budaya Bakumpai, rebut peluang menguasai IPTEK dan tidak mengabaikan IMTAQ sebagai landasan kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Dalamksempatan tersebut, telah ditandatangani juga Nota Kesepahaman Kerjasama antara Pengurus Daerah KKB Kalteng dengan Balai Bahasa Kalteng, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kalteng tentang Penerjemahan Al-Quran ke Bahasa Dayak Bakumpai.
Para pihak yang melakukan tanda tangan di antaranya Pihak Pertama Ketua KKB Kalteng Suriansyah Murhaini, Pihak Kedua Balai Bahasa Kalteng Abdul Muis, Pihak Ketiga IAIN Palangka Raya Khairil Anwar dan Pihak Keempat LPTQ Kalteng Nuryakin.