Meski sudah enam bulan kebelakang diterpa banjir, masih banyak warga yang memilih menetap pada pemukiman itu. Dilain sisi, belum diketahui jelas apa penyebab dari genangan air yang terjadi berbulan-bulan.
"Pembuangan air terakhir kan ke sungai, mungkin gak kesana (air). BMSDA aja bingung itu apa karena gorong-gorong mampet atau karena air gasampai kali," ujarnya.
Hal senada diucapkan Kaman, warga pemukiman RT02 atau beberapa meter ke dalam dari RT06. Akibat genangan yang tidak surut itu, alat pompa air pun harus disiagakan di jalan rumah warga.
Bahkan saking lamanya air tak surut, genangan air sudah mulai menghitam dan menghasilkan bau tak sedap. Rumah-rumah warga yang sudah ditinggali pun juga sudah terlihat rusak.
"Ada surutnya kalau gak hujan, tapi surutnya hanya semata kaki, enggak benar-benar kering total," tuturnya.
Kondisi ini semakin parah jika melihat curah hujan yang meningkat selama dua minggu kebelakang. Bahkan dimulainya curah hujan yang tinggi membuat pemukimannya bak kota mati.
"Sekarang kita sudah kosong semua, sekarang udah pada mengungsi semua sudah hampir seminggu," pungkasnya.
(Awaludin)