WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah menyampaikan undangan kepada 120 pemimpin global untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Demokrasi yang akan digelar pada minggu depan. Termasuk perwakilan dari delapan negara yang tidak diundang ke KTT perdana di Gedung Putih pada 2021 lalu.
Informasi itu terungkap dari seorang pejabat administrasi senior, yang berbicara kepada The Associated Press dengan syarat anonimitas untuk membahas undangan yang belum dirilis ke publik. Negara-negara Bosnia dan Herzegovina, Gambia, Honduras, Pantai Gading, Lichtenstein, Mauritania, Mozambik, dan Tanzania memperpanjang undangan ke KTT tahun ini setelah tidak diundang dalam daftar undangan pertemuan 2021.
KTT tahun ini berlangsung pada Rabu (29/3/2023) dan Kamis (30/3/2023) depan. Ini akan diselenggarakan bersama oleh pemerintah Kosta Rika, Belanda, Korea Selatan dan Zambia. Hari pertama KTT akan menjadi format virtual dan akan diikuti oleh pertemuan hybrid di masing-masing negara tuan rumah dengan partisipasi perwakilan dari pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta.
Nantinya Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dijadwalkan untuk mengambil bagian dalam acara pra-puncak pada Selasa (28/3/2023) yang berfokus pada Ukraina dengan Menteri Luar Negeri Antony Blinken.