JAKARTA - Massa aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (30/3/2023) tiba sekitar Pukul 15.25 WIB.
Menurut hasil pengamatan MNC Portal Indonesia di lokasi massa aksi yang didominasi pemuda mahasiswa dengan jas berwarna hijau tersebut tampaknya membawa spanduk penolakan terhadap pengesahan Perppu Cipta Kerja.
Massa aksi yang berjumlah kurang lebih sekitar 100 orang tersebut tampak tidak terlalu bisa menutup akses jalan karena jumlah massa nya yang sedikit.
Mereka tampak menutup akses Jalan Gatot Subroto depan Gedung DPR Senayan Jakarta Pusat. Sejumlah pesepeda motor dan mobil yang tampak terjebak tampak berupaya melewati barisan massa.
Sedangkan banyak kendaraan yang berupaya melintas dan melewati satu bahu lajur jalan. Setelahnya sejumlah mahasiswa melakukan aksi orasi di depan mobil komando speaker.
"Hidup Mahasiswa!!! Hidup Mahasiswa!!! Hidup Masyarakat Indonesia. Kita ada di depan Gedung yang disebut pengkhianat rakyat," ujar Hilmi salah satu perwakilan massa aksi BEM SI yang melakukan orasi.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Koordinator Media BEM SI 2023, Ragner Angga mengatakan aksi tersebut sebagai bentuk protes dari kaum muda dan mahasiswa atas pengesahan Perppu Cipta Kerja yang disahkan DPR RI atas usulan pihak eksekutif (pemerintah pusat).
"Dewan Pengkhianat Rakyat bersama Pemerintah mengesahkan Perppu No. 2/2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang," ujar Angga.
Ia menegaskan konstitusi sudah dikhianati sehingga BEM SI menyuarakan kepada pemerintah dan pihak legislatif untuk segera mencabut UU Cipta Kerja.
Pengesahan Perppu Cipta Kerja secara cepat-cepat tanpa mendengarkan aspirasi masyarakat termasuk elemen mahasiswa dan buruh kata Angga merupakan tindak pelecehan terhadap hukum serta moral dalam konstitusi.
"Meski telah mengalami gelombang penolakan yang besar dari berbagai elemen masyarakat hingga ditetapkan inkonstitusional bersyarat oleh Mahkamah Konstitusi, Pemerintah dan DPR RI tetap meloloskan UU yang penuh masalah itu," ungkap Angga.
Angga menyebutkan elemen mahasiswa kerap diabaikan suaranya, sehingga pihaknya akan kembali turun ke DPR pada sore ini.
"Kami telah bersama-sama merasakan dikhianati oleh bangsa sendiri, berkali-kali suara kami diabaikan. Maka, atas dasar pembangkangan ini. Aliansi BEM Seluruh Indonesia akan turun aksi untuk menuntut dan mendesak DPR RI & Pemerintah agar mencabut UU Cipta Kerja," pungkas Angga. [Carlos Roy Fajarta]
(Khafid Mardiyansyah)