JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa dengan magnitudo (M)5,0 mengguncang Laut Banda, Maluku Tenggara Barat, Maluku, pada Kamis (13/4/2023) pukul 06.07.48 WIB.
Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempa memiliki parameter update dengan magnitudo M4,9. Episenter gempa terletak pada koordinat 6,40° LS ; 131,15° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 54 Km arah Barat Laut Molu Maru, Maluku Tenggara Barat, Maluku pada kedalaman 73 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Banda pada zona intraslab. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa ini menimbulkan guncangan di daerah Molu Maru, Wuar Labobar, Maluku Tenggara Barat dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), dan daerah Wer Maktian, Maluku Tenggara Barat-dengan skala intensitas II=III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Daryono.
Daryono meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)