Sementara itu, menurut pihak kepolisian, motif penembakan tersebut karena pelaku membutuhkan pengakuan atau legitimasi sebagai wakil nabi.
“Memang dari alat bukti dan tulisan-tulisan yang pertama motif sementara bahwa yang bersangkutan ingin mendapat pengakuan sebagai wakil nabi,” ujar Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi di Polsek Menteng, Jakarta Pusat.
Penarikan kesimpulan motif sementara penembakan lantaran adanya surat-surat yang ditinggalkan pelaku.
“Salah satunya tertulis yang bersangkutan berdasarkan hadits di akhir zaman ada 73 golongan dalam Islam dan hanya satu golongan yang diakui. Dan itu saya sebagai wakil Tuhan,” ujar Hengki menirukan bunyi surat tersebut.
Menurut dia, niat jahat pelaku penembakan sudah ada sejak tahun 2018. Sebab, jika pelaku tak diakui sebagai wakil nabi, maka pelaku akan melakukan tindak kekerasan.
"Dari surat itu yang bersangkutan apabila tidak diakui, maka akan melakukan tindakan kekerasan terhadap pejabat-pejabat negeri dan juga MUI dengan mencari senjata api,” katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)