Soal kepergian ke Jakarta, lanjut Fauziah, Mustopa hanya pamit kepada ibu mertuanya, dan hanya menyatakan pamit akan ke Jawa, dan mohon doakan saja.
“Kami berharap mertua kami ini dimaafkan jika punya salah. Kami berharap jenazahnya bisa cepat dikirim ke rumah, karena ingin dimakamkan secara layak. Maafkan jika dia salah, dia bukan teroris. Sekali lagi uang itu dari anak-anaknya, dan sudah tidak ada, sudah digunakan untuk membeli kebun dan lain-lain,” ungkapnya.
Sementara jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya dipimpin Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Indrawienny Panji Yoga bersama tim Ditreskrimum Polda Lampung masih mengembangkan asal senjata yang digunakan, dan meminta keterangan soal meminta pelaku untuk dibuatkan kartu kepemilikan senjata tersebut.
(Nanda Aria)