Kebakaran Lahap Penginapan 92 Kamar Tewaskan Setidaknya 6 Orang Tewas, 11 Masih Hilang

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 16 Mei 2023 10:57 WIB
Petugas penyelamat dan pemadam kebakaran bekerja di lokasi kebakaran di Loafers Lodge, Wellington, Selandia Baru, 16 Mei 2023. (Foto: Reuters)
Share :

WELLINGTON - Kebakaran di sebuah penginapan di Selandia Baru menewaskan setidaknya enam orang pada Selasa, (16/5/2023) dan para pejabat mengatakan mereka yakin jumlah korban bisa bertambah dengan 11 orang masih hilang.

Kebakaran terjadi di lantai atas Loafers Lodge di lingkungan Wellington di Newtown tepat setelah tengah malam, kata polisi. Sejauh ini penyebab kebakaran belum diketahui.

"Ini adalah kebakaran sekali dalam satu dekade untuk Wellington. Ini adalah mimpi terburuk bagi kami," kata Komandan Manajer Distrik Nick Pyatt dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir Reuters.

"Ini adalah peristiwa tragis bagi semua yang terlibat. Belasungkawa tulus saya sampaikan kepada orang-orang terkasih dari mereka yang kehilangan nyawa."

Penghuni Loafers Lodge, Tala Sili, mengatakan dia melihat asap masuk ke bawah pintunya dan membukanya, melihat lorong penuh asap. Dia memutuskan untuk melompat keluar jendela ke atap dua lantai di bawah.

"Itu menakutkan, sangat menakutkan, tapi saya tahu saya harus melompat keluar jendela atau terbakar di dalam gedung," katanya kepada Radio Selandia Baru milik negara.

Petugas pemadam kebakaran berada di lokasi karena masih ada kebakaran kecil di dalam gedung, dan penilaian struktural dan risiko sedang dilakukan. Investigasi tentang apa yang menyebabkan kebakaran sedang dilakukan, menurut Fire and Emergency New Zealand (FENZ).

Polisi mengatakan mereka tidak akan mendapatkan informasi lebih lanjut sampai gedung dengan 92 kamar itu aman untuk dimasuki, dan masih ada risiko atapnya akan runtuh.

Perdana Menteri Chris Hipkins mengatakan kepada acara televisi sarapan AM bahwa enam orang tewas dan polisi memperkirakan jumlah korban tewas akan kurang dari 10 orang. Hipkins mengunjungi situs tersebut dan berbicara dengan penyedia layanan darurat.

"Ini benar-benar tragedi dan ini adalah situasi yang mengerikan," kata Hipkins kepada media setelah kunjungan tersebut.

"Seiring waktu, tentu saja akan ada sejumlah penyelidikan tentang apa yang telah terjadi dan mengapa itu terjadi, tetapi untuk saat ini, fokusnya harus pada penanganan situasi."

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya