JAKARTA - Saat pentolan Jerman Nazi, Der Führer Adolf Hitler, memerintahkan pembangunan Atlantic Wall atau tembok/benteng Atlantik bertujuan untuk melindungi daratan Eropa dari invasi sekutu. Ternyata bentuk benteng tersebut nyaris serupa dengan yang ada di Surabaya.
Kota Surabaya ternyata punya sejumlah rangkaian perbentengan sebagai tameng pertahanan di masa jayanya. Hal inilah dikupas seorang aktivis serta penggiat sejarah Roode Brug Soerabaia, Ady Erlianto Setiawan lewat buku ‘Benteng-Benteng Surabaya’.
Tulisan Ady Erlianto sempat diurai soal perbentengan Normandia yang dikuasai Jerman pada Perang Dunia II dan kini hanya tersisa reruntuhannya akibat pemboman sekutu. Kebetulan, ke situs Atlantic Wall ini pula sang penulis, melakukan salah satu perjalanan risetnya.
Penulis berusia 33 tahun itu, sedianya meluncurkan buku dari hasil riset selama lima tahun ini pada Sabtu, 14 November 2015 di Surabaya. Tapi beberapa waktu sebelumnya, Okezone sempat berbincang singkat soal buku setebal 139 halaman tersebut.