Cerita Polantas Dimaki dan Ditampar Gegara Tegur Lansia Tak Pakai Helm

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis
Rabu 07 Juni 2023 16:09 WIB
Viral lansia maki polantas (Foto: Ist)
Share :

PEKANBARU - Anggota Polantas di Indragiri Hulu (Inhu), Riau, Bripka Doni Melindo mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pengendara motor, Taufik. Ia dimaki-maki bahkan ditampar.

Namun, anggota polisi ini tetap sabar dan sudah memaafkan atas perbuatan yang dilakukan Taufik yang diketahui mantan anggota TNI itu.

"Saya sudah memaaf beliau dengan apa yang sudah dilakukan terhadap saya," kata Bripka Doni Melindo Rabu (7/6/2023).

Diceritakannya, saat kejadian pada 6 Juni 2023 pukul 7.28 WIB, dia sedang mengatur lalu lintas (Gatur) di simpang empat Japura Desa Sidomulyo Kecamatan Lirik. Saat mengatur lalu lintas itulah dia melihat pengedara motor bernama Taufik (68) itu tidak memakai helm. Saat melintas di depannya, anggota polisi itu mengimbau agar memakai helm demi keselamatan.

"Saat pun bilang ke dia, bapak pakai helm demi kesematan bapak. Dia malah marah-marah ke saya sambil bilang makian dengan kata-kata kotor (nama-nama hewan). Namun, saya tidak mau membalas dan saya tetap bilang kalau memakai helm itu untuk keselamatannya," imbuhnya.

Setelah mengatur lalu lintas, dia pun duduk di sebuah warung dekat perempatan itu. Saat duduk bersama beberapa warga, Taufik kembali mendatanginya. Pria yang menggunakan motor dengan baju merah kombinasi hitam mendatangi Doni yang sedang duduk.

Ternyata kedatangan kedua untuk kembali memaki dengan ucapan sumpah serapah. Namun, Doni tetap tenang dan tidak menanggapi cacian dari dari Taufik.

Dia tetap mengimbau bahwa pengendara harus tertib lalu lintas dengan menggunakan helm bagi pengendara motor.

"Pura pura bersih...Sambxxx, dasar polisi (maaf mengucap kata kata makian)," kata pria itu yang videonya viral.

Setelah memaki, pria itu pergi. Namun tidak lama, pria ini kembali datang dan tetap tidak menggunakan helm. Dia kembali memaki maki Doni.

Dia juga mempertanyakan terkait pos polisi yang berada di perempatan jalan mengapa tidak ada bendera. Kembali terjadi perdebatan.

"Saya bilang ke bapak itu bahwa mengapa tidak ada bendera di pos karena pos itu sudah lama tak berfungsi karena terendam banjir terus. Jadi memang sudah lama pos itu tidak berfungsi. Di sana dia kembali memaki-maki saya dan dia menampar saya walau tidak terlalu kuat tidak membekas. Namun, saya tetap menjaga dirinya. Saya tidak mau melawan karena bapak itu sudah tua," imbuhnya.

Setelah video itu viral, pihak Polsek Lirik pun mendatangi rumah Taufik. Dia pun dibawa ke Polsek Lirik untuk ditanya terkait ucapannya itu. Dia pun dipertemukan dengan Bripka Doni.

"Di sana kita berdamai dia meminta maaf. Namun, sepertinya dia tidak tulus gitu, dia seolah meminta saya untuk meminta maaf ke dirinya juga. Namun, ketika saya tanya apa salah saya kepadanya, dia tidak bisa menjawab. Jadi ya tidak apalah, saya tidak mempermasalkan. Saya tidak membuat laporan polisi karena kasihan bapak itu sudah tua," imbuh Doni anggota Polres Inhu yang di BKO kan ke Polsek Lirik itu.

Terkait sikap anak buahnya yang tetap santun, Kapolres Inhu AKBP Dody Wirawijaya mengapresiasi. "Kita apresiasi anggota saya itu karena bisa tetap humanis meski di caci yang notabene sedang dalam pelaksanaan tugas. Anggota kita menegur juga dalam rangka keselamatan pengendara itu sendiri. Kalau tidak pakai helm bisa akibatkan fatalitas bila terjadi laka lantas," tegur Kapolres.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar menjaga ketertiban berlalu lintas karena kecelakaan biasanya didahului dengan adanya pelanggaran lalu lintas.

Seperti diketahui, aksi pengedara yang memaki dan menampar polisi saat berdinas yang dilakukan pengendara viral di media sosial kemarin.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya