Ia yakin Megawati dalam memilih kandidat Cawapres, dilakukan seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya melalui proses dialog, pencermatan
"Pak Jokowi sudah menyebut tujuh nama, ditambahkan oleh ibu Mega menjadi 10. Sehingga akan ada dialog-dialog yang intens, tentu saja ibu Ketum memberikan pertimbangan-pertimbangan yang sangat penting dengan pengalaman beliau yang begitu luas, sehingga melihat orang itu dilihat seluruh aspeknya, spritual nya, kepemimpinan nya, karakter Budi pekerti nya itu semua dilihat," lanjut Hasto.
Apalagi kata Hasto selama ini nama-nama calon pemimpin bangsa yang dipilih oleh Megawati sangat tepat dalam membangun arah pembangunan bangsa ke arah lebih baik.
"Terbukti di PDIP muncul hanya pemimpin muda. Termasuk Presiden Jokowi lahir dari rahim kepemimpinan ibu Megawati Soekarnoputri. Di Surabaya ada bapak Eri Cahyadi, di Solo ada mas Gibran, di Semarang ada ibu Ita, di seluruh wilayah Indonesia ada 54 persen kepala daerah yang lahir dari kaderisasi partai PDIP," pungkasnya.
(Awaludin)