The Death Match, Bentuk Perlawanan Ukraina dari Kekejaman Tentara Nazi

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Sabtu 10 Juni 2023 05:00 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)
Share :

Sebelum pertandingan, datanglah seorang perwira SS yang ditemani dua penjaga. Perwira SS itu ternyata bertindak sebagai wasit dan memerintahkan memberi hormat kepada tim lawan, dengan salam hormat ciri khas Nazi. Laga keras pun terjadi di babak pertama, meski begitu, FC Start unggul 3-1.

Tapi di masa rehat, dua perwira SS masuk ke kamar ganti. Kejadian itu sempat terliput media Jerman saat itu, Der Spiegel, yang mengisahkan,: “Kalian tidak boleh menang. Saya meminta kalian semua memikirkan konsekuensinya,” tutur salah seorang perwira SS yang hingga kini masih belum terungkap identirasnya.

Tapi demi harga diri sendiri dan negerinya, imbauan tersebut tak diindahkan. FC Start menang 5-3 dan akibat yang berujung pada hilangnya nyawa mereka segera tiba. Para pemain FC Start pun langsung diciduk Gestapo (polisi rahasia Nazi) dan Gendarmarie (Polisi Militer Nazi), beberapa hari setelah laga.

Mereka yang diketahui mantan anggota partai komunis, harus menjalani fase penyiksaan, sementara yang lain langsung dihadapkan timah panas tim regu tembak.

Cerita nyata ini pernah beberapa kali termuat dan menjadi inspirasi para sineas Eropa, maupun Amerika Serikat. Film pertama yang me-reka ulang kejadian ini muncul dari produksi perfilman Hungaria; Két félidõ a pokolban, ‘The Death Match’ produksi Uni Soviet (keduanya di tahun 1961).

Terakhir yang paling fenomenal, adalah film garapan Hollywood di tahun 1981. Film 'Escape to Victory' yang terbit di tahun 1981 bahkan berisikan para aktor action Hollywood (Michael Caine dan Sylvester Stallone) dan para legenda sepakbola (Pelé, Bobby Moore, Osvaldo Ardiles, Co Prins, Mike Summerbee, Laurie Sivell, Hallvar Thoresen, Soren Linstedt, Kazimierz Deyna, Paul van Himst, Werner Roth, Rusell Osman, Kevin O’Callaghan, Robin Turner, Kevin Beattie dan Paul Cooper).

Selang perang dunia berakhir, di tahun 1971 di kota Kiev –, didirikanlah tugu monumen karya Ivan Horovyi, sebagai peringatan untuk para pilar FC Start yang tak selamat dan meregang nyawa. Di tugu tersebut terdapat kata-kata dari Stepan Olynyk (negarawan Ukraina): “Demi masa depan kami yang indah, mereka gugur dalam perjuangan. Sepanjang sejarah, kejayaan kalian takkan pudar. Kalian-lah atlet dan pahlawan kebanggaan kami,”.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya