Siswa SMK di Lampung Tengah Tewas Usai Ekskul Silat, Ini Kata Dinas Pendidikan

Ira Widyanti, Jurnalis
Selasa 13 Juni 2023 16:44 WIB
Kabid Pembinaan SMK Disdikbud Povinsi Lampung Zuraida Kherustika/Foto: Ira Widyanti
Share :

 

BANDAR LAMPUNG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung angkat bicara soal peristiwa tewasnya siswa SMK Al Hikmah Kalirejo, Muhammad Akil alias MA (17) yang diduga mengalami penganiayaan saat mengikuti ekstrakurikuler di sekolah tersebut.

Kabid Pembinaan SMK Disdikbud Provinsi Lampung Zuraida Kherustika mengatakan, menurut keterangan pihak sekolah, kegiatan bela diri yang diikuti korban MA bukan ekskul resmi SMK Al Hikmah, namun hanya lokasi pelaksanaanya saja yang berada di lingkungan sekolah setempat.

 BACA JUGA:

"Intinya, kejadian itu bukan kegiatan sekolah, itu bukan eskul. Jadi anak tersebut mengikuti kegiatan (silat/bela diri) bersama masyarakat, cuma sekolah sebagai lokasi pelaksanaannya saja. Ini menurut penjelasan kepala sekolah dan juga guru ekstrakurikuler, bahwa itu bukan ekskul sekolah, bahkan guru eskulnya tidak ikut. Pelatihnya juga dari pihak luar," ujar Zuraida saat dikonfirmasi, Selasa (13/6/2023).

Zuraida menuturkan, berdasarkan pertemuan pihak dinas bersama kepala sekolah dan guru SMK Al Hikmah, korban MA menuntut ilmu di SMK Al Hikmah dengan sistem tinggal di asrama sekolah setempat.

 BACA JUGA:

Zuraida mengungkapkan, korban diduga mendaftarkan diri dan mengikuti perguruan silat di luar ekstrakulikuler sekolah.

Pada saat malam kejadian, Muhammad Akil harus mengikuti ujian akhir kegiatan tersebut. Sayangnya, saat itu kondisi kesehatan korban kurang baik alias sedang sakit.

"Siswa tersebut dalam kondisi kurang sehat, tapi karena ingin sekali mengikuti ujian dan ingin mendapatkan sertifikat atau sabuk, dia ini tidak cerita kalau kondisinya kurang sehat, maka terjadilah seperti itu," terang Zuraida.

Sebagaimana penjelasan pihak sekolah, ia menyebutkan, korban tidak serta merta mengalami penganiayaan atau kekerasan sebagaimana dugaan selama ini beredar di kalangan masyarakat luas.

"Bukan kekerasan, karena kalau silat itu dilakukan memang seperti itu. Ini kata pihak sekolah, ada rekaman dan video dari kepala sekolahnya langsung dan juga ada dari pengasuh asramanya," sambung dia.

Pasca mengikuti ujian akhir kegiatan dimaksud, Zuraida menambahkan, korban Muhammad Akil dalam keadaan baik-baik saja, namun sempat menyampaikan keluhan mengalami sakit perut kepada pengasuh asrama. Kemudian langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

"Di sana (rumah sakit), keterangan dokter tidak apa-apa cuma hanya ada sedikit sakit sakit perut itu," ucapnya.

Meski demikian, korban Muhammad Akil sempat dirawat di rumah sakit setempat hingga akhirnya meninggal dunia.

Terkait luka memar dan lebam pada jasad korban Muhammad Akil, dijelaskan Zuraida, tanda-tanda tersebut mulanya tidak ada pada jasad korban. Luka dimaksud baru nampak pada sejumlah bagian tubuh jenazah.

"Memar-memar itu sebetulnya awal tidak ada, biasa, karena keinginan bapaknya yang selama ini katanya tidak pernah peduli terhadap anaknya sejak kecil itu," imbuh Zuraida.

"Jadi tidak boleh dimakamkan, tidak boleh disentuh, tidak boleh diapa-apakan jenazah tersebut. Bayangkan sekian jam, 1 hari 1 malam tidak boleh diapa-apakan, otomatis ya kalau jenazah sudah sekian lama ya bengkak bengkak biru, itu keterangan dari sekolah," sambungnya.

Namun demikian, terlepas dari polemik meninggalnya siswa Muhammad Akil, Zuraida menyebut, pihak Disdikbud tetap berbela sungkawa dan sudah langsung menyampaikan ucapan duka ke rumah keluarga korban.

"Sudah, kami jelas berbela sungkawa turut prihatin ke rumah keluarganya. Di sana, kami memberi santunan dari pemerintah provinsi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung," pungkasnya.

(Nanda Aria)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya