Sedih, Sintong Panjaitan Ingin Menangis Lihat Prajurit Kopassus Lepaskan Baret Merah

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Sabtu 08 Juli 2023 07:38 WIB
Foto (Ist)
Share :

Sebelum dilakukan perampingan seluruh anggota Koppasus melakukan seleksi dilaksanakan di Sukabumi pada 1986. Anggota Kopassus kembali menjalani ujian di medan berat untuk diukur kemampuan fisik, mental, dan kecerdasannya. Tes dilakukan satu-satu dan didampingi psikiater. Latihan patroli malam hari juga dilakukan.

Para prajurit yang lulus tentu saja tetap boleh mengenakan baret merah dan tinggal di Jakarta. Sementara yang tidak lulus ditempatkan dalam kesatuan baret hijau Kostrad.

Sintong mengaku ingin menangis ketika mengetahui ternyata banyak prajurit Kopassus yang harus keluar.

"Saya rasanya mau menangis karena banyak orang yang baru masuk Kopassus harus keluar," kata Sintong.

Kemudian proses seleksi upacara pergantian baret tetap dilaksanakan di kesatrian Kariango dan berlangsung dengan penuh haru. Saat acara timbang terima, semua berdiri mengenakan baret merah.

Setelah upacara, semua bergantian menundukkan kepala. Mereka mengambil baret hijau dan mengganti baret merah yang dipakai di kepala.

Sintong lagi-lagi tak mampu menahan kesedihannya. Dia tidak tega melihat prajurit yang dia sebut anak-anak yang sangat dia sayangi itu, harus melepaskan baret merah kebanggaan mereka.

"Saya sedih sekali. Anak-anak buah ini betul-betul saya sayangi. Tetapi, negara mengatakan ini harus dilaksanakan. Ini kan orang-orang baik semua," kata mantan Komandan Kopassus itu lirih.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya