JAKARTA - Operasi Dwikora di era awal tahun 60 an menjadi saksi bisu pertempuran brutal pasukan RPKAD yang sekarang Kopassus dengan Prajurit Gurkha di pedalaman Kalimantan atau Borneo.
Prajurit Gurkha merupakan pasukan bayaran dari Nepal yang dikenal paling sadis. Mereka berhasi dipukul mundur dari pedalaman Kalimantan hingga keluar ke perbatasan Malaysia.
Asisten Intel Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Muhammad Aidi mengakui adanya kisah heroik mengenai pertempuran pasukan RPKAD dengan Prajurit Gurkha di lokasi dekat Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK).
"Ya saya sempat membaca literatur di Museum Gurkha di Inggris soal pertempuran antara pasukan Korp Baret Merah (RPKAD) dengan Pasukan Gurkha yang merupakan tentara bayaran asal Nepal di sekitar Betung Kerihun tersebut," kata mantan Asisten Intel Kopassus melansir Sindonews.
M Aidi mengungkapkan, dia yang dulu sempat menjabat sebagai Komandan Batalyon 21 Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Solo juga ikut dalam Ekspedisi Khatulistiwa beberapa tahun lalu.
"Waktu itu saat saya berpangkat Letkol dan menjabat Danyon 21 dan ikut dalam Ekspedisi Khatulistiwa di Pedalaman Kalbar sempat mendengar kisah-kisah heroik dari para tokoh Dayak Iban tentang keberhasilan Pasukan RPKAD memukul mundur pasukan Gurkha ke perbatasan Malaysia. Pak LB Moerdani (mantan Panglima ABRI) memang dulu sempat diterjunkan di perbatasan Malaysia," kata M Aidi.