KontraS: Kasus Polisi Tembak Polisi di Bogor Dilatarbelakangi Korban yang Menolak Bisnis Senpi Ilegal

Tim Okezone, Jurnalis
Sabtu 29 Juli 2023 16:12 WIB
Share :

JAKARTA - Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya mengungkapkan bahwa kasus penembakan yang menyebabkan tewasnya Bripda Ignatius Dwi Frisce Sirage oleh seniornya Bripka IMS di Rusun Polri, Bogor punya latar belakang yang mencenangkan.

Dimas berujar bahwa berdasarkan pengakuan keluarga, Bripda Ignatius ditembak seniornya yang kecewa karena korban menolak untuk mengikuti bisnis senjata api ilegal.

"Berdasarkan keterangan dari ayah korban, Bripda IDF sesungguhnya ditembak oleh seniornya karena adanya ajakan untuk terlibat dalam bisnis senjata api ilegal yang kemudian ditolak oleh Bripda IDF," ujar Dimas dalam keterangannya, Sabtu (29/7/2023).

Lebih lanjut, KontraS menyatakan kasus penembakan terhadap Bripda Ignatius ini merupakan pembunuhan di luar hukum yang melibatkan aparat Polri atau yang lebih dikenal extrajudicial killing.

"Kasus tewasnya Bripda IDF merupakan bukti bahwa extrajudicial killing masih terus terjadi hingga kini dan bahkan menelan korban dari institusi Polri itu sendiri," jelas Dimas.

Sebelumnya, kedua pelaku diduga menembak Bripda Ignatius menggunakan senjata api rakitan ilegal.

Hal tersebut pun dikonfirmasi oleh Direskrimum Polda Jawa Barat, Kombes Surawan yang menyebutkan bahwa Bripda Ignatius tewas setelah ditembak oleh Bripka IM.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya