JAKARTA - Kabel-kabel menjuntai semrawut di Jakarta menjadi salah satu pemandangan yang sangat biasa bagi banyak orang. Namun, rupanya kabel-kabel itu tak hanya merusak pemandangan, tetapi juga membahayakan keselamatan.
Baru-baru ini terjadi beberapa kasus kecelakaan yang diakibatkan oleh kabel-kabel yang menjuntai di Jakarta. Kasus-kasus itu sontak saja menjadi sorotan masyarakat hingga pemerintah.
BACA JUGA:
Berikut ini deretas kasus yang diakibatkan oleh kabel-kabel menjuntai di Jakarta
1. Terjerat kabel hingga tak bisa berbicara
Sultan Rif'at Alfatih, seorang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) terjerat kabel optik yang menjuntai di kawasan Jalan Antasari, Jakarta Selatan, pada 5 Januari 2023 lalu.
BACA JUGA:
Saat itu dirinya tengah mengendarai sepeda motor dengan kecepatan sedang. Kabel optik yang menjerat lehernya terlebih dulu menyangkut pada sebuah mobil SUV yang berada tepat di depannya.
Kabel optik itu tidak putus saat tertarik beberapa meter, kabel justru berbalik dan mengenai leher Sultan.
Kecelakaan itu membuat Sultan tak lagi bisa berbicara. Sultan bahkan hanya bisa makan dan minum melalui selang di hidungnya. Hingga kini Sultan masih berjuang untuk menyembuhkan saluran pernapasannya.
2. Tewas setelah mendapat perawatan
Belum usai dengan kasus sultan, kabel menjuntai di Jakarta kembali memakan korban. Seorang pengemudi ojek online bernama Vadim tewas setelah mendapat perawatan di rumah sakit, akibat terjerat kabel, pada 29 Juli 2023.
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa korban terkena kabel yang melintang di jalan. Korban diduga kurang konsentrasi hingga terperosok ke bahu kanan jalan.
Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pelni, Jakarta Barat. Namun nahas, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Kasus ini kemudian masih dalam tahap penyelidikan.
3. Terjatuh hingga tercekik
Yang terbaru, seorang pengemudi motor jatuh tersungkur setelah terjerat kabel optik di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Saksi mata mengatakan bahwa korban juga sempat tercekik.
BACA JUGA:
4. Pemerintah mulai berbenah
Setelah banyaknya kasus yang terjadi, Pemprov DKI Jakarta merespon dengan memberikan ultimatum kepada seluruh perusahan pemilik kabel filber optik untuk membereskan kabel-kabel yang menjuntai semrawut. Pihak Pemprov akan melakukan pemotongan jika masih menemukan kabel-kabel yang semrawut.
Selain itu, akibat adanya kasus-kasus tersebut Pemprov DKI Jakarta juga didesak agar segera membenahi kabel-kabel yang menjuntai karena terbukti sangat membahayakan keselamatan.
(Nanda Aria)