Kisah Jenderal Dulunya Penulis Pidato KSAD Jadi Atasan Panglima TNI

Arief Setyadi , Jurnalis
Rabu 23 Agustus 2023 08:03 WIB
Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono semasa muda (Foto: Instagram @presidenyudhoyonalbum)
Share :

SBY mendapatkan jabatan mentereng sebagai pemegang tongkat komando kewilayahan diperolehnya pada 1996-1997 yakni sebagai Pangdam II/Sriwijya. Tapi setelah itu mantan Korspri Pangab (1993) ini kembali ke balik meja. Sus, panggilan masa kecil SBY, bertugas di Senayan sebagai Asospol Kassospol ABRI/ Wakil Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Umum MPR 1998).

Kemudian, dirinya menjabat Kassospol ABRI/ Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998) dan akhirnya Kepala Staf Teritorial ABRI (1998–1999). Pada masa menjabat Kaster TNI inilah nama SBY diusulkan menjadi KSAD oleh Panglima TNI Jenderal TNI Wiranto.

SBY dianggap Panglima memiliki kemampuan untuk menduduki jabatan itu baik dari sisi kematangan, pengalaman jabatan, maupun lamanya pangkat Letjen yang disandang.

Namun Gus Dur tidak menerima usulan itu. Belakangan sejarah menulis Tyasno Sudarto yang dipilih mantan ketua umum PBNU tersebut untuk menjabat KSAD.

"Saya tidak tahu mengapa saat itu Presiden menolak mentah-mentah saran saya dengan alasan bahwa Letjen Susilo Bambang Yudhoyono terlalu kental dengan urusan-urusan politik," ujar Wiranto dalam buku 'Bersaksi di Tengah Badai' dikutip.

Karier militer SBY mentok lebih awal karena Gus Dur menyodori jabatan menteri pertambangan dan energi (mentambem). Itu lah akhir pengabdiannya sebagai anggota TNI karena praktis setelahnya mantan dosen seskoad itu menjadi orang sipil.

Dari mentambem, SBY selanjutnya diplot sebagai menteri koordinator politik sosial keamanan. Jabatan itu terus melekat padanya meski rezim berganti. Presiden Megawati Soekarnoputri kembali mempercayai sebagai menteri koordinator politik dan keamanan.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya