Protes semacam ini jarang terjadi di wilayah yang dikuasai pemerintah, di mana pasukan keamanan menindak lawan politik secara brutal.
Rekaman video aktivis yang dilihat oleh Reuters menunjukkan sekelompok pria merobek spanduk yang membawa potret Presiden Assad, yang tergantung di atas cabang Serikat Petani setempat. Mereka kemudian mengelas pintu kantor hingga tertutup.
Dalam protes sebelumnya di Suweida, massa menghancurkan patung mantan presiden Hafez al-Assad.
Ada juga beberapa protes anti-pemerintah di provinsi tetangga Deraa, tempat pemberontakan anti-Assad dimulai pada 2011. Tetapi kemudian direbut kembali oleh pemerintah tujuh tahun kemudian.
(Susi Susanti)