Terkuak! Kif Tangan Kanan Fredy Pratama Kirim Ratusan Kilogram Sabu ke Sumatera

Ira Widyanti, Jurnalis
Sabtu 16 September 2023 11:15 WIB
Kif Tangan Kanan Fredy Pratama
Share :


BANDAR LAMPUNG- Polisi mengungkap jumlah sabu yang masuk melalui Provinsi Lampung dan sudah diedarkan di Pulau Sumatera oleh jaringan Fredy Pratama yaitu mencapai ratusan kilogram.

Direktur Ditresnarkoba Polda Lampung Kombes Pol Erlin Tangjaya mengatakan, berdasarkan pengakuan Muhammad Rivaldo Miliandri G Silondae alias Kif, sebanyak ratusan kilogram sabu jaringan Fredy Pratama masuk ke Sumatera untuk kemudian disebarkan ke berbagai daerah.

"Menurut keterangan Kif, setiap bulan itu masukkan barang (sabu) 100 hingga 500 kilogram," ujar Erlin Tangjaya, Sabtu (16/9/2023).

Erlin melanjutkan, Kif yang merupakan tangan kanan Fredy Pratama tersebut sudah dua tahun dipercaya sebagai operator untuk pengiriman narkoba di wilayah Indonesia.

Namun demikian, kata Erlin, ratusan kilogram sabu yang masuk ke Sumatera tersebut tidak langsung dikirimkan sekaligus. Melainkan tergantung keberanian kurir yang akan membawa.

Adapun modus yang digunakan oleh jaringan ini cukup beragam. Mulai dari dimasukkan ke mesin cuci hingga AC portabel.

"Bahwa jaringan ini mengirimkan per bulan bisa sampai segitu tergantung keberanian kuda atau kurir yang ditugaskan, mau berapa banyak dalam sekali kirim. Ratusan kilogram sabu ini nanti mereka pecah mulai dari 5, 20, 60, hingga 100 kilogram," tutup Erlin.

Sebelumnya, dalam jaringan narkoba Fredy Pratama ada satu sosok yang mengatur seluruh alur pengiriman narkoba se-Indonesia. Sosok yang disebut operator ini juga merupakan tangan kanan Fredy.

Sosok operator bernama Muhammad Rivaldo Miliandri G Silondae ini ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung bersama tim gabungan Bareskrim Polri di apartemen mewah miliknya di Johor Baru pada 3 Juli 2023 lalu sekitar pukul 18.00 waktu Malaysia.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya