JAKARTA - Calon Presiden 2024 Ganjar Pranowo pernah menjadikan Jawa Tengah sebagai contoh bagi provinsi lain ketika menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah selama dua periode.
Hal tersebut dikarenakan Ganjar menerapkan sistem merit berbasis smart birokrasi sejak tahun 2013 hingga akhir jabatannya pada 2023.
Digitalisasi manajemen talenta pegawai dapat memudahkan Ganjar untuk menyaring aparatur sipil negara (ASN) dengan indikator talenta untuk promosi atau mutasi.
Untuk melengkapi hal ini, terdapat aplikasi digital terintegrasi seperti e-file, e-position, dan e-mutation. Ganjar berhasil mencegah praktek jual beli jabatan dan nepotisme di Jateng dengan menggunakan aplikasi dan digitalisasi tersebut, karena seluruh penyaringan ASN dilakukan secara digital.
“Kalau mereka menjadi birokrat yang baik, penuh integritas, maka itu sesuatu yang menjadi prestasi,” kata Ganjar usai kehadirannya di Kantor BPSDMD Jateng Kota Semarang dalam acara Penganugerahan Bangkom Jateng Tahun 2023 yang turut dihadiri Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka pada Senin, 14 April 2023.
Meritokrasi yang diciptakan Ganjar di Jawa Tengah menjadi rujukan bagi provinsi lain. Penghargaan Meritokrasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Tahun 2021 menjadi buktinya.
Dalam penghargaan itu, Jateng berhasil unggul dengan 335,5 poin (Kategori Sangat Baik). KASN juga mempercayakan Pemprov Jateng untuk menggelar sendiri Anugerah Meritokrasi kepada Kabupaten/Kota di Jateng yang menerapkan sistem Merit dalam manajemen ASN dengan kategori Baik.
“Ini berdampak pada layanan publik kemudian meningkatkan kualitas dalam pelayanan ini. Kalau kualitasnya bagus, biasanya ini akan muncul dalam dunia bisnis, dan bisnisnya akan bagus. Dalam layanan publik pasti kepuasannya akan naik,” ujar Ganjar.