"Tidak ada saklar listrik yang akan dinyalakan, tidak ada hidran air yang akan dibuka, dan tidak ada truk bahan bakar yang akan masuk sampai para korban penculikan Israel dikembalikan ke rumah. Kemanusiaan untuk kemanusiaan. Dan tidak ada yang akan mengajarkan moral kepada kami," tulis Katz di X.
Seperti diketahui, jet tempur Israel dilaporkan menargetkan jaringan bawah tanah yang dibangun dan dihuni para pejuang Hamas.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza pada Kamis (12/10/2023) mengatakan setidaknya 1.203 warga Palestina telah tewas dan 5.763 lainnya terluka sejak pemboman Israel di Gaza dimulai pada Sabtu (7/10/2023).
Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pengungsi Palestina mengatakan lebih dari 338.000 orang telah mengungsi. Sebagian besar berlindung di rumah sakit dan sekolah-sekolah PBB.
(Susi Susanti)