KA Argo Semeru Alami Kecelakaan, DPR Soroti Perawatan Infrastruktur Perkeretaapian

Achmad Al Fiqri, Jurnalis
Jum'at 20 Oktober 2023 18:57 WIB
KA Argo Semeru alami kecelakaan (Foto: istimewa/Okezone)
Share :

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, menyoroti peristiwa kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Semeru di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta yang tergelincir keluar dari rel dan ditabrak KA Argo Wilis. Ia merasa prihatin atas insiden tersebut.

"Saya merasa prihatin atas kecelakaan yang menimpa Kereta Api Argo Semeru dan Argo Wilis. Ini adalah pengingat bagi Pemerintah dan PT KAI sebagai penyedia layanan tentang pentingnya perawatan infrastruktur pada sistem perkeretaapian kita demi keselamatan masyarakat,” kata Andi Iwan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/10/2023).

Diketahui, PT KAI saat ini masih melakukan investigasi penyebab kecelakaan bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Hasil sementara, kemungkinan penyebab kecelakaan adalah karena efek panas terik yang membuat rel memuai.

Iwan Aras pun menyentil PT KAI yang kurang mengantisipasi cuaca panas. Sebagai operator, PT KAI seharusnya melakukan penanganan ekstra dengan adanya fenomena kemarau panjang.

“Harusnya kan diantisipasi. Sudah tahu kita menghadapi kemarau berkepanjangan dampak El Nino, mestinya perawatan dilakukan secara lebih dari biasanya. Karena suhu panas menyengat seperti saat ini bisa membuat rel memuai sehingga rawan kecelakaan,” katanya.

Tak hanya PT KAI, Iwan juga menyinggung peran Kemenhub, khususnya Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Ia mengingatkan untuk melakukan ekstra pengawasan terhadap sistem infrastruktur semua moda transportasi agar tetap aman di segala musim.

"Kurang maksimalnya pengawasan biasanya membuat lengah pihak operator. Padahal kondisi kita tidak sedang baik-baik saja,” kata Iwan.

“Cuaca ekstrem akibat perubahan iklim melanda semua negara di dunia, maka semua sektor yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat harus bersiap,” imbuhnya.

Iwan pun menyampaikan bahwa kecelakaan KA Argo Semeru ini harus menjadi titik balik sistem reformasi keselamatan transportasi publik. Apalagi berdasarkan data yang ada, angka kecelakaan pada transportasi umum masih cukup tinggi, baik transportasi darat, laut, udara, dan kereta api.

Seperti data yang disampaikan Kemenhub bahwa terjadi 13 kecelakaan kereta api untuk tahun 2022 saja. Sementara untuk transportasi laut ada 89 kecelakaan, dan terdapat 20 kecelakaan pesawat sepanjang tahun lalu di Indonesia.

 BACA JUGA:

Kecelakaan pada transportasi publik tahun 2022 pun diketahui menyebabkan 204.447 orang menjadi korban. Jumlah tersebut naik hingga 33 persen, dibandingkan korban pada 2021 yang berjumlah 153.732 orang.

“Jadi pekerjaan rumah kita masih banyak sekali dalam hal keselamatan masyarakat yang menggunakan fasilitas transportasi publik,” terang Iwan Aras.

 BACA JUGA:

Seperti diketahui kecelakaan KA Argo Semeru dan KA Argo Wilis yang terjadi pada Selasa 17 Oktober 2023, menyebabkan 31 penumpang kereta mengalami luka-luka. Kecelakaan tersebut juga membuat banyak calon penumpang kereta membatalkan pembelian tiket rencana perjalanannya.

Menurut pihak kepolisian, pemicu anjloknya KA Argo Semeru yang berujung ditabrak KA Argo Wilis diduga karena bantalan rel kereta api yang erosi. Akibatnya KA Argo Semeru relasi Surabaya Gubeng-Gambir Jakarta itu menjadi miring hingga mengalami anjlok karena salah satu gerbong keretanya tergelincir keluar dari rel.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya