Saat itu, Menteri Luar Negeri Inggris, Arthur Balfour, menulis surat kepada Lionel Walter Rothschild selaku tokoh komunitas Yahudi Inggris. Surat itu terbilang singkat, hanya 67 kata tetapi isinya berdampak terhadap Palestina.
Surat tersebut mengikat pemerintah Inggris untuk mendirikan rumah nasional bagi orang-orang Yahudi di Palestina dan memberikan fasilitas atas pencapaian tujuan ini. Surat itu dikenal dengan sebutan Deklarasi Balfour.
Saat itu, Eropa berjanji untuk memberikan sebuah negara di wilayah yang 90% penduduknya adalah penduduk asli Arab Palestina kepada gerakan Zionis. Kebijakan Inggris kemudian dibentuk pada 1923 dan berlangsung hingga 1948.