JAKARTA - Duta Besar Indonesia untuk Palestina dan Yordania, Ade Padmo Sarwono menjelaskan situasi di Gaza masih sangat memprihatinkan. Terbaru, kata dia, Rumah Sakit Indonesia di Gaza akan mengalami krisis listrik akibat kelangkaan energi di sana. Bantuan kemanusiaan sudah masuk namun dibatasi hanya 20 truk per hari.
Hal ini disampaikan nya saat bertemu dengan Wakil Sekjen MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI), Habib Ali Hasan Bahar, di Amman, Yordania, Rabu 25 Oktober 2023.
"Situasi di Palestina khususnya di Gaza sangat memprihatinkan dan mencekam, pengeboman dari Israel terus berlangsung, terutama di wilayah Gaza Utara, keberadaan RS Indonesia itu ada di Gaza Utara," ungkap Ade dikutip dalam laman resmi MUI, Kamis (26/10/2023).
Dia mengatakan bahwa Gaza menghadapi krisis listrik karena sumbernya yang diputus oleh Israel. Selain itu sumber pembangkit listrik seperti BBM juga dibatasi masuk ke Gaza.
“Mereka menghadapi kesulitan untuk listrik karena terbatasnya pasokan bahan bakarnya, ini yang sangat kita sayangkan," ujarnya.
Meskipun jalur bantuan melalui Rafah sudah dibuka, namun terbatas hanya 20 truk perhati. Padahal menurut PBB, jumlah truk bantuan yang masuk ke Gaza per hari minimal adalah 100 truk, termasuk untuk BBM/Energi. Sayangnya Israel menentang bantuan BBM tersebut padahal itu dibutuhkan untuk operasional di Rumah Sakit di Gaza.
"Gaza masih mencekam meskipun bantuan kemanusiaan sudah bisa tersalurkan, melalui Rafah, hanya jumlahnya sangat terbatas," katanya.