Mortir Israel Dikabarkan Serang Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon, Begini Penjelasan TNI

Riana Rizkia, Jurnalis
Kamis 26 Oktober 2023 17:56 WIB
Kapuspen TNI Laksda Julius Widjojono (Foto: MPI)
Share :

JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono membantah adanya serangan mortir Israel ke pangkalan pasukan perdamaian milik Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Lebanon.

Ia pun memastikan, semua pasukan TNI yang saat ini bertugas sebagai pasukan perdamaian United Nations Interm Force in Lebanon (UNIFIL) dalam kondisi aman.

Diketahui, sebuah video viral di sosial media dan bernarasi bahwa Israel menyerang markas pasukan UNIFIL menggunakan mortir atau rudal. Video itu diunggah akun instagram @infokomando.official pada Kamis 26 Oktober 2023.

Julius membenarkan bahwa memang terjadi ledakan, namun berjarak satu kilometer dari markas UNIFIL. Ia pun mengungkap bahwa mortir yang dimaksud adalah roket flare untuk penerangan, bukan menyerang pasukan PBB.

"Pasukan kita selama di UNIFIL saat ini dalam keadaan aman, memang terjadi ledakan di sekitar 1 kilometer dari pos. Kemudian yang ada di berita media sosial yang beredar beberapa hari ini, terutama tadi malam itu hanya roket flare," kata Julius saat ditemui di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (26/10/2023).

"Roket flare itu untuk memberikan penerangan pada malam hari dari pihak lawan untuk mengukur jarak maupun aktivitas di area situ. Jadi bukan roket yang menyebabkan ledakan di area kita," sambungnya.

Lebih lanjut, Julius mengatakan bahwa TNI aktif berkoordinasi dengan pihak UNIFIL, dan Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI selama eskalasi konflik Hamas-Israel meningkat. Julius pun menegaskan tidak ada korban jiwa dan kerusakan fatal akibat peristiwa tersebut.

"Sampai hari ini (pasukan) masih dalam keadaan aman, ledakan yang terdekat satu kilometer. Kemudian yang beredar di medsos itu adalah roket flare untuk menerangi pada kegelapan malam, durasinya sekitar 40 detik, biar terang, musuh akan melihat atau pihak yang melemparkan roket akan melihat aktivitas, posisi dari area tersebut," ucapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya