Misteri Kematian Jenderal Loyalis Bung Karno Usai G30S PKI, Tewas dengan Kepala Tertembak

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Rabu 15 November 2023 06:00 WIB
Mayjen Hartono (Foto: istimewa/Okezone)
Share :

JAKARTA - Setelah peristiwa G30S PKI, Pangkostrad Mayjen Soeharto mengadakan sebuah operasi untuk memberantas loyalis-loyalis Presiden Soekarno, yang saat itu disebut sebagai Soekarnois.

Soeharto bahkan sampai menculik Gubernur Bali saat itu, anak Agung Bagus Suteja, demikian melansir buku Nasib Para Soekarnois: Kisah Penculikan Gubernur Bali Sutedja 1966 karya Aju.

Soeharto menganggap, loyalis Presiden Soekarno merupakan antek-antek PKI yang harus dibasmi keberadaannya.

Tindakan Soeharto dianggap oleh Komandan Korps Komando Operasi TNI AL Mayjen Hartono, yang saat itu juga merupakan loyalis Soekarno, sebagai tindakan yang sudah melampaui batas. KKO sendiri kini berubah menjadi Korps Marinir TNI AL.

Dirinya berkali-kali meminta izin kepada Soekarno untuk melawan Soeharto. Namun, Presiden Soekarno menolak karena khawatir akan kembali terjadi pertumpahan darah.

Kendati demikian, gagasan Hartono disetujui oleh anak buahnya. Mereka bahkan berkata siap mati untuk Bung Karno.

"Pejah gesang melu (hidup mati ikut) Bung Karno. Putih kata Bung Karno, Putih kata KKO. Hitam kata Bung Karno, hitam kata KKO," ungkap mereka.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya