Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam aksi tawuran ini. Hasil pemeriksaan, motifnya hanya untuk membuat konten aksi tawuran di media sosial.
"Kami masih terus dilakukan pengembangan serta pendalaman lebih lanjut dan juga dilakukan pembinaan dengan memanggil semua orangtua dari para pelaku dan pihak sekolahnya," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)