GAZA - Bencana kelaparan di kalangan warga Palestina di Jalur Gaza terus memburuk, menurut badan-badan bantuan. Sementara, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersiap melakukan pemungutan suara pada Selasa (12/12/2023) terkait usulan gencatan senjata dalam konflik antara Israel dan Hamas yang telah berlangsung selama dua bulan tersebut.
Nyawa ratusan warga sipil terenggut dalam serangan Israel di Gaza sejak Amerika Serikat (AS) pada Jumat memveto resolusi Dewan Keamanan yang menyerukan gencatan senjata.
Sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza diusir dari rumah mereka. Mereka mengatakan tidak mungkin mendapatkan perlindungan atau makanan di wilayah pesisir yang padat penduduknya. Program Pangan Dunia PBB mengatakan setengah dari penduduknya menderita kelaparan.
“Kelaparan mengintai semua orang,” kata UNRWA, badan PBB yang bertanggung jawab atas pengungsi Palestina, dalam cuitan di platform X, sebagaimana dilansir dari VOA Indonesia.
Warga Gaza mengatakan bahwa orang-orang yang terpaksa melarikan diri berkali-kali akhirnya meninggal karena kelaparan dan kedinginan, selain juga akibat dari serangan bombardemen Israel. Mereka menggambarkan adanya penjarahan truk bantuan dan lonjakan harga yang tinggi.