Biodata Bai Chongxi, Jenderal Muslim dari Tiongkok

Ludwina Andhara Herawati, Jurnalis
Rabu 20 Desember 2023 16:26 WIB
Biodata Bai Chongxi, Jenderal muslim dari Tiongkok (Foto: Zou Dehuai)
Share :

CHINA - Bai Chongxi atau Omar Bai Chongxi adalah seorang Menteri Pertahanan Nasional pertama di Republik Tiongkok (China). Ia menjabat pada 1946 hingga 1948.

Mengutip Wikipedia, ia juga seorang Jenderal Republik Tiongkok dalam Tentara Revolusi Nasional, dan seorang jenderal Muslim Nasionalis yang memiliki pengaruh.

Bai berasal dari etnis Hui. Ia lahir di Guilin, Guangxi pada 18 Maret 1893. Ia berasal dari keturunan pedagang Persia, keluarga Baidurluden, yang mengubah nama keluarganya menjadi Bai. Ia anak ke-2 dari 3 bersaudara.

Di usianya ke-14 tahun, Bai menempuh pendidikan di Sekolah Pelatihan Kader Militer Guangxi di Guilin, sekolah modern yang dioperasikan oleh Cai E untuk memodernisasikan militer di Guangxi. Ia dan dua teman kelasnya, Huang Shaohong dan Li Zongren menjadi tokoh tertemuka di militer.

Atas permintaan keluarga, Bai mengundurkan diri dari sekolah militer untuk sementara waktu. Ia pun melanjutkan pendidikannya di Sekolah Sipil Hukum dan Ilmu Politik Guangxi.

Menurut Military History, pada 1911 hingga 1914, Bai bergabung dengan korps Pelajar Berani Mati yang bertepatan dengan pecahnya Revolusi Xinghai. Revolusi ini yang menggulingkan dinasti kekaisaran terakhir Tiongkok.

Setelah lulus dari korps tersebut, Bai menjalani pelatihan pra-kadet selama enam bulan sebelum mengikuti kelas 3 Akademi Militer Baoding pada Juni 1915. Iapun menjadi perwira percobaan divisi Guangxi.

Selama Ekspedisi Utara pada 1928, Bai memimpin pasukan Kuomintang dalam penghancuran Jenderal Kelompok Zhang Zongchang. Operasinya itu berhasil menangkap 20 ribu dari 50 ribu tentara, dan hampir menangkap Zhang sendiri.

Selama tinggal di Beijing, Bai memiliki 2 ribu orang Islam yang berada di bawah kendalinya. Pada Juni 1928, ia mengumumnkan bahwa kekuatan Kuomintang akan berpencar seperti daun-daun mati, sebelum angin bertiup.

Pada Desember 1928, Bai mengalami kebangkrutan. Pada saat itu ia berencana memimpin 60 ribu tentara dari Tiongkok Timur ke Provinsi Xinjiang. Iapun membangun jalur kereta api untuk menghalangi Rusia berkuasa di Xinjiang.

Di tahun 1929, Bai harus melarikan diri ke Vietnam untuk menghindari bahaya. Hubei dan Guangxi menjadi sasaran subdewan Hankou dari Li Zongren dan Bai Chongxi. Mulai 1930 hingga 1936, Bai punya peran penting dalam Rekonstruksi Guangxi, yakni menjadi model provinsi dengan pemerintahan progresif.

Pada 7 Juli 1937, Jepang dan Tiongkok mengalami permusuhan, yang berkaitan dengan Insiden Jembata Marco Polo di luar Beijing. Pada 4 Agustus 1937, Bai bergabung kembali dengan Pemerintah Pusat atas undangan Chiang Kai-shek. Ia menjadi Wakil Kepala Staf Umum selama Perang Tiongkok-Jepang kedua pada 1937 hingga 1945.

Bai memiliki keterlibatan dalam banyak kampanye, termasuk kemenangan besar pertama di Pertempuran Tai'erzhuang di Provinsi Shandong pada musim semi 1938.

Bai diangkat menjadi Komandan Kantor Eksekutif Lapangan Dewan Militer di Guilin, yang bertanggung jawab atas Zona Perang ke-3, 4, 7, dan 9. Ia mengawasi keberhasilan pertahanan Changsa.

Sekitar 1939 dan 1942, Jepang menyerang Changsa tiga kali dan berhasil membuatnya mundur. Bai mengarahkan Pertempuran Guangxi Selatan dan Pertempuran Celah Kunlun untuk kembali merebut Guangxi Selatan.

Tentara Guangxi dibawah pimpinan Bai dipuji sebagai tentara elit selama perang melawan Jepang. Ia pun dikenal sebagai jenderal pemimpin perlawanan Tiongkok jika Chiang Kai-shek dibunuh. Banyak orang Tiongkok berpendapat, Chiang Kai-shek memilih Bai untuk mewarisi posisinya.

Selama Perang Tiongkok-Jepang 1937, jihad menjadi kewajiban seluruh umat Muslim di Tiongkok dalam melawan Jepang. Bai juga melindungi Muslim Yuehua di Guilin, yang mencetak kutipan Al-Quran dan Hadist, yang membenarkan Chiang Kai-shek sebagai pemimpin Tiongkok, dan menyatukan Hui dan Han selama perang melawan Jepang.

Selama menghadapi peperangan, Bai melakukan perjalanan ke seluruh provinsi Muslim di Barat Laut Tiongkok, yang dikendalikan oleh Klik Ma. Iapun bertemu dengan para jenderal tersebut untuk mengalahkan propaganda Jepang.

Pada 1941, sekte Xidaotang Muslim Hui berjanji akan setia kepada Kuomintang setelah mereka berkuasa. Pada saat itu juga Bai memperkenalkan Chiang Kai-shek dengan Xidaotang Jiaozhu Ma Mingren.

Bai memimpin Federasi Keselamatan Nasional Islam Tiongkok. Pad Januari 1945, ia dianugerahi Legion of Merit atau Legiun Kebajikan dari Amerika Serikat (AS).

Bai memiliki tiga tujuan gerakan. Gerakan tersebut adalah anti-asing, anti-imperalisme, dan anti-agama. Ia memimpin gerakan anti-agama, dimana gerakan tersebut melawan takhayul. Huang Shaoxiong dan anggota Kuomintang dari Klik Guangxi Baru, mendukung kampanye Bai.

Sebagai pemeluk Islam, Bai adalah Ketua Federasi Penyelamatan Nasional Islam Tiongkok, yang saat ini menjadi Asosiasi Muslim Tiongkok. Ia adalah anggota dewan Asosiasi Antar Agama Seluruh Tiongkok yang mewakili Islam.

Bai Chongxi meninggal di Distrik Zhongshan, Kota Taipei, Republik Tiongkok pada 2 Desember 1966 karena koroner trombosis. Ia diberi pemakaman militer oleh pemerintah, dengan peti yang ditandai bendera Kuomintang Langit Biru dengan Sebuah Matahari Putih.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya