TOKYO - Seorang wisawatan asal Taiwan mengisahkan bagaimana kepanikan yang terjadi saat Jepang mengalami gempa magnitudo 7,6 skala Richter di beberapa wilayah. Saat itu, wisawatan berusia 50 tahun itu sedang berada di wilayah pegunungan Nagano di Jepang untuk menikmati musim salju.
Wisatawan tersebut adalah Johnny Wu. Dia mengatakan, ketika gempa terjadi dia sedang menunggu bus antar-jemput kembali ke hotelnya di kota resor Hakuba. Digambarkan bagaimana semua orang panik saat itu.
"Saya sedikit lebih baik karena saya berasal dari Taiwan, jadi saya telah mengalami banyak hal (gempa)," kata Wu yang juga seorang atlet snowboard dikutip dari Aljazeera.
Jepang mengalami gempa dahsyat magnitudo 7,6 yang sempat memunculkan peringatan tsunami. Gempa tersebut melanda Prefektur Ishikawa, Prefektur Niigata, Fukui, Nagano, dan Toyama. Gempa juga terjadi di Gifu, Tokyo, Yamagata, Fukushima, Ibaraki, Tochigi, Gunma, Saitama, Shizuoka, Aichi, Mie, Shiga, Kyoto, Osaka, Hyogo, Nara, Tottori, Iwate, Miyagi, dan Akita.
Gempa juga telah menyebabkan gelombang tsunami di beberapa wilayah. Sampai pukul 22.00 WIB belum diketahui jumlah korban jiwa. Pemerintah Jepang menyatakan masih mengkaji tingkat kerusakan yang ditimbulkan dan apakah ada korban jiwa akibat gempa tersebut. "Tapi saya masih khawatir (gempa susulan) akan bertambah parah,” ujarnya.
Sementara itu, peringatan tsunami, dengan perkiraan gelombang setinggi 3 meter sudah mulai diturunkan. Setidaknya menurut laporan Pusat Peringatan Tsunami Pasifik yang berbasis di Hawaii, Amerika Serikat (AS). "Ancaman tsunami kini sebagian besar telah berlalu," kata laporan tersebut.
(Maruf El Rumi)