Melki anggap penanganan tak transparan
Menurut Melki, penanganan kasus yang dituduhkan ke dirinya tidak transparan dan ada kejanggalan sehingga ia meminta untuk dilakukan proses investigasi ulang dalam kasus tersebut.
Melki mengaku selama satu bulan proses investigasi Satgas PPKS UI, dia hanya dipanggil satu kali oleh Satgas PPKS UI untuk dimintai keterangan atas kasus yang ditujukan pada dirinya.
"Sepanjang proses investigasi, saya tidak pernah melihat dan diberikan berkas investigasi apa pun, termasuk catatan hasil investigasi, dan juga bukti-bukti yang ada dalam investigasi. Saya hanya dikirimkan Keputusan Rektor yang memutus saya bersalah dan memberikan sanksi tanpa
adanya penjelasan apa pun. Bahkan saya tidak pernah sekali pun diajak untuk memvalidasi bukti-bukti yang ada," katanya.
Melki dinonaktifkan permanen
Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia (DPM UI), Bonanza Sitorus mengatakan bahwa status Ketua BEM UI Melki Sedek sudah nonaktif permanen usai terbukti melakukan tindakan kekerasan seksual.
"Di sini juga kami menyatakan bahwa saudara Melki sekarang sudah nonaktif secara permanen," kata Bona kepada wartawan di Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) UI, Depok, Rabu.
"Sebelumnya dari tanggal 18 Desember saudara Melki sudah dinonaktifkan secara internal oleh BEM UI atau wakil ketuanya sendiri, karena adanya pemeriksaan dari Satgas PPKS," tambahnya.
"Saudara Melki Sedek Huang bukan lagi sebagai ketua BEM UI lagi Karena sekarang sudah terpilih lagi Ketua BEM UI 2024," ujarnya.
(Salman Mardira)