Menurutnya, upaya ini adalah bagian dari proses pembelajaran bagi semua pihak, termasuk kepada para penyelenggara pemilu, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri.
“Semua yang ada laporkan saja. Saya tadi sampaikan pemilu ada kelebihan dan ada kekurangan. Ada kelebihan kita syukuri, kekurangan kita koreksi. Dan kekurangan itu dikumpulkan saja sebagai bagian dari koreksi atas sistem ini. Supaya ke depan kita bisa lebih baik lagi," katanya.
Pihaknya juga membuka ruang bagi siapapun yang ingin memberikan koreksi, termasuk bekerja sama dengan tim hukum pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
"Saya rasa semua berkomunikasi, tim hukum (01 dan 03) yang leading sehingga mengumpulkan semua data-data, sehingga saya sampaikan seluruh masyarakat agar mengumpulkan yang dianggap apa-apa sebagai kekurangan, terutama sebelum terjadinya pencoblosan karena sebelum terjadi pencoblosan tidak pernah jadi perhatian. Padahal, di situ lah perlu jadi salah satu perhatian utama,” jelas Anies.
Terkait dengan pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai NasDen, Surya Paloh, Anies memastikan komunikasinya dengan Surya Paloh masih terjaga dengan baik.
“Selalu komunikasi (dengan Surya Paloh) dan tidak ada pergeseran posisi, sama sekali tidak ada dan pertemuan itu sesuatu yang biasa-biasa saja. (Isi pembahasan antara Surya Paloh dan Joko Widodo) Itu tanyakan langsung," tandas Anies.
(Angkasa Yudhistira)