Ujang menjelaskan hak angket secara realistis bisa terwujud jika melihat partai pendukung dari pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD serentak mendorong hak angket itu. Namun demikian, pemerintah menurutnya juga menyiapkan sejumlah cara untuk membendung hak angket itu.
"Macem-macem caranya, bisa mengajak mereka (partai yang ingin hak angket) berkoalisi, bisa juga katakanlah melakukan tekanan, banyak cara untuk melemahkan lawan politik," jelasnya.
BACA JUGA:
Ditambah lagi, kata dia, partai politik di luar koalisi Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka belum satu suara menggulirkan hak angket. Menurutnya hal ini semakin menegaskan akan layunya rencana dan upaya hak angket.
"Apapun itu sebenarnya itu mekanisme politik, akan bertarung beradu kekuatan politik di parlemen dan ketika melihat kekuatan di parlemen saya melihat Jokowi masih kuat, dia masih pegang kendali kekuasaan, ya masih kuat," jelasnya.
(Salman Mardira)