JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), melaporkan terdapat enam gempa bumi susulan yang terjadi di Bayah, Banten, Minggu (25/2/2024). BMKG sempat malaporkan gempa susulan terjadi pada 22.04 WIB, dengan magnitudo 5,1.
"Gempa ini merupakan rangkaian gempa bumi di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa dengan magnitudo terbesar M 5,7. Hingga pukul 22.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 6 gempa bumi susulan (aftershock)," ungkap Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya.
Gempa Susulan M5,1 Guncang Bayah Banten, Terasa hingga Pelabuhan Ratu
Dia mengatakan, gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Surade, Panimbang, Pelabuhan Ratu dan Tanjung Lesung dengan skala intensitas II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ). Meski begitu, pihaknya menyebutkan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," sambungnya.
Daryono juga melaporkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
BACA JUGA:
Pihaknya, mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," sambungnya.
(Qur'anul Hidayat)