Kronologi Dugaan Pelecehan Rektor UP, Korban Awalnya Diminta Menghadap ke Ruang Kerja

Ari Sandita Murti, Jurnalis
Minggu 25 Februari 2024 18:15 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
Share :

Dia mengungkap, korban ingin cepat-cepat keluar, tapi dicegah oleh sang rektor dengan meminta korban untuk melihat dahulu kondisi mata sang rektor. Bahkan, kliennya diminta untuk memberikan obat tetes mata pada sang rektor sebelum korban keluar ruangan.

"Rektor dengan bahasa baik yang lembut, ini coba kamu sebelum keluar, mata saya lihat dulu, mata saya merah nggak, korban bilang enggak Prof, enggak merah, ya sudah nih tetesin dulu. Dia (korban) ambil obat tetes, dia menuju tasnya rektor, diambil, tetesin saya dulu, baru keluar," jelasnya menirukan percakapan korban dengan rektor berdasarkan keterangan kliennya itu.

Dia mengungkap, korban sejatinya tak berani dekat-dekat dengan sang rektor setelah dicium pipinya, hanya saja dengan terpaksa korban menuruti sang rektor untuk meneteskan obat mata itu.

Korban pun meneteskan obat mata itu dengan posisi berdiri agak membungkuk sambil menjauh, sedang sang rektor posisinya duduk di kursi, di situlah sang rektor kembali berulah.

"Secara tiba-tiba tangan kanannya prof itu meremas payudaranya dia, seperti itu menurut keterangannya korban begitu ceritanya," jelasnya.

Amanda menjabarkan, sama halnya dengan korban R, korban berinisial D pun mengalami dugaan pelecehan yang sarupa di ruangan sang rektor. Korban R mengalami dugaan pelecehan di bulan Februari 2023, sedangkan korban D lebih dahulu mengalami dugaan pelecehan tersebut.

"Korban D juga posisinya di ruangan itu (rektor), dia mendadak dicium sama si pelaku itu sampai rasa ketakutan, hampir sama kejadiannya, tapi posisinya itu mukanya D dipeganngin terus diciumin," katanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya