Ia menjelaskan, dengan dihilangkannya grafik tabulasi di Sirekap, justru tindakan tersebut mmepersulit publik untuk mengawasi hasil pemilu.
“Dan kami Partai Perindo dan caleg-caleg Perindo itu salah satu yang menjadi korban karena tidak bisa melihat hasil dari KPU yang sebenarnya hasilnya per sore ini seperti apa. Ini makin dipersulit,” tuturnya.
BACA JUGA:
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa publik tidak dapat dibodohi bahwa saat ini ada yang memiliki kekuatan untuk mengatur hasil pemilu.
“Publik akhirnya tidak bisa lagi di bodohi dan menyangkal bahwa memang ada invisible hand yang sangat kuat, yang sangat powerfull yang sedang mengatur hasil pemilu, itu semakin menguat dugaan publik,” pungkasnya.
(Salman Mardira)