Insiden ini meningkatkan tekanan internasional untuk mengambil langkah-langkah untuk meringankan bencana situasi kemanusiaan di Gaza, hampir enam bulan setelah pengepungan dan invasi Israel ke daerah kantong Palestina.
Serangan terhadap konvoi WCK ini menewaskan warga negara Australia, Inggris dan Polandia serta warga Palestina dan warga negara ganda AS dan Kanada.
WCK mengatakan stafnya bepergian dengan dua mobil lapis baja berlogo badan amal dan kendaraan lain.
Militer Israel menjanjikan penyelidikan dilakukan oleh badan independen, profesional dan ahli.
Dalam panggilan telepon pada Selasa (2/4/2024), PM Inggris Rishi Sunak mengatakan kepada Netanyahu bahwa Inggris terkejut dengan kematian tersebut, termasuk tiga warga Inggris, dan menuntut penyelidikan independen yang menyeluruh dan transparan.
(Susi Susanti)