Temui JK, Pendeta Gilbert Minta Maaf Buntut Viralnya Video soal Zakat dan Sholat

Widya Michella, Jurnalis
Senin 15 April 2024 20:42 WIB
Pendeta Gilbert Lumoindong bertemu Jusuf Kalla (Foto: Ist)
Share :

Kemudian, dia menduga masyarakat melihat menggunakan kaca mata yang berbeda. Hingga pernyataannya di edit sedemikian rupa agar menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

"Tetapi yang pasti bahwa penjelasan itu bukan penjelasan yang lengkap. Penjelasan yang lengkap sebetulnya itu sebagai auto kritik umat kristiani di mana saya bilang bahwa ibadahnya orang muslim mislanya cukup setengah mati. Karena berat, sehari lima kali. Kita orang kristen seminggu sekali, udah itu seminggu sekalinya juga duduknya santai-santai," kata dia.

"Kalau ini (muslim) ada gaya-gayanya, gerakannya yg tidak boleh salah. Bahkan, saya garisbawahi terakhir bahwa lipat kaki buat Umat muslim biasa sekali sampai mungkin Pak JK yang usianya 82 tahun masih bisa lipat kaki gitu. Kita di gereja orang gereja 45 tahun masih bisa lipat kaki itu dah hebat. Karena apa? Karena ibadahnya paling santai," sambungnya.

Lebih lanjut, terkait zakat dalam kepercayaan umat kristen kata dia juga ada memberi sekitar 10 persen. Namun, berdasarkan pengetahuannya, umat muslim agak lebih gampang karena memberikan hartanya hanya sekitar 2,5 persen.

"Tapi setelah bicara sama Pak JK hari ini dia bilang 'oh salah pendeta, 2,5 persen itu cuma zakat. Belum infaq, belum sedekahnya, belum wakafnya. Itu lebih berat lagi. Jadi untuk itu sekali lagi saya minta maaf kegaduhan ini, tapi percayalah kebersamaan Indonesia selalu ada di hati saya dan di hati saya selalu ada persatuan karena dasar khotbahnya kalau didengar hari itu, itu justru tentang kasih, kasihlah sesamamu," tutur Gilbert sambil mencium tangan JK sebagai tanda permohonan maaf kepada umat muslim di Indonesia.

Selain itu, ada tiga alasan Pendeta Gilbert memilih JK untuk meminta maaf kepada umat Islam. Pertama, JK dinilai merupakan tokoh senior yang memiliki segudang pengalaman.

"Ya bagi saya kenapa memilih Pak JK ada tiga alasannya, yang pertama Pak JK adalah orang yang senior di bangsa ini dan sudah menduduki banyak jabatan, berarti beliau berpengalaman dan bukan hanya berpengalaman tapi beliau juga seorang yang diakui sebagai quote and quote pemimpin umat Muslim. Dalam hal ini beliau juga pemimpin dewan masjid, itu yang pertama, karena saya tahu beredarnya banyak hal justru ada di masjid-masjid," kata dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya